Live
Kapolri: Izin Liga 1 Lahir Paling Lambat 27 Mei

Kapolri: Izin Liga 1 Lahir Paling Lambat 27 Mei

Bonus harian di Keluaran SGP 2020 – 2021.

Jakarta

Teka-teki kapan dikeluarkan kerelaan penyelenggaraan Liga 1 mulai mendapatkan titik terang. Kepolisian menyebut surat izin paling lambat terbit 27 Mei.

Kabar itu disampaikan Asops Kapolri Irjen Imam Sugianto usai mengabulkan rapat koordinasi terkait pengkajian pemberian rekomendasi dan izin keramaian di Kantor Kemenpora, Senayan, Senin (24/5/2021).

Dalam penyampaiannya, Pemimpin menekankan dua hal yang terkait dengan pemberian permisi keramaian.

“Bahwa perizinan sekarang sedang berjalan karena pihak LIB telah mengajukan permohonan penyelenggaraan Bon 1 dan Liga 2 sebelum bulan puasa. Sekarang sedang berproses, ” sebutan Imam dalam jumpa persnya.

“Sekarang kita berdoa semua, mudah-mudahan memutar lambat nanti tanggal 27 Mei surat izin pesta dalam rangka menyelenggarakan Asosiasi 1 dan Liga 2 sudah bisa kita keluarkan. ”

Adapun proses yang dimaksud saat ini ialah kelengkapan persyaratan rekomendasi-rekomendasi terutama dari wilayah yang akan menyelenggarakan Asosiasi 1 dan Liga 2.

Menyoal pengamanan, Imam mengatakan, belajar daripada turnamen Piala Menpora itu akan menjadi acuan pihaknya dalam memberikan keamanan. Tapi karena durasi penyelenggaraan yang cukup lama, maka akan ada peningkatan kapasitas.

“Seperti Liga satu itu sampai Maret, sedangkan Liga 2 sampai Desember. Hal ini tak terlepas dari penggalan ada PON di Papua. Mudah-mudahan ini bisa dikelola dengan jalan pengamanannya. Mudah-mudahan protokol kesehatan tubuh bisa ditegakkan sehingga Asosiasi 1 dan Liga dua, serta PON sukses, ” ujarnya.

Secara khusus, Imam juga mengimbau agar kejadian kasus The Jakmania tidak terulang pada saat Liga 1 dan Perserikatan 2 bergulir. Sebelumnya, kelompok suporter terjadi saat final leg kedua antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung. Masing-masing kubu suporter membuat kerumunan di Jakarta serta Bandung.

Meskipun terjadi di luar turnamen, Polri memberikan perhatian serius terhadap terciptanya kerumunan daripada pihak suporter Persija dan Persib.

“The Jakmania waktu itu harap kasusnya jangan terulang sedang. Perkembangan kasus di Polda Metero ada emapt bagian jadi tersangka dan sekarang proses sidik. Mohon oleh karena itu perhatian sehingga tak berlaku lagi. Mari kita sukseskan mudah-mudahan bisa kita kelola dengan baik, ” dia mengharapkan.

(mcy/krs)